Harapan, seperti kepercayaan, bukan kata yang biasanya kita kaitkan dengan bisnis dan ekonomi. Terdengar terlalu penuh angan, terlalu idealis. Seolah jauh dari fakta, strategi, dan data yang diandalkan organisasi untuk menang di pasar.
Beberapa bulan lalu, saat menyiapkan keynote untuk acara Indonesia’s Best Workplaces, saya kembali pada ucapan CEO global kami awal tahun ini di FOR ALL summit di Las Vegas:
“Without growth, there is no hope. And without hope, there is no growth.”
Pertumbuhan adalah kata yang berada di pusat agenda setiap organisasi: pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan pelanggan, pertumbuhan pangsa pasar, pertumbuhan produktivitas, dan pertumbuhan EBITDA.
Tapi apa artinya bagi para individu?
Di atas kertas, ekonomi Indonesia tumbuh. Sumber resmi mencatat pertumbuhan year on year di kuartal pertama 2026 sebesar 5,61%. Investasi juga menciptakan lapangan kerja, meski laju penciptaan kerja tidak secepat laju investasi.
Angka-angka ini memberitahu kita apakah ekonomi sedang meluas. Tapi hampir tidak memberitahu apakah individu merasa aman atau optimis tentang masa depan mereka sendiri. Celah ini penting karena harapan dibentuk oleh jarak antara apa yang dilaporkan organisasi dan apa yang benar-benar dirasakan orang.
40 juta alasan untuk peduli
Indonesia punya sekitar 40 juta karyawan berusia di bawah 30 tahun. Sementara populasi dan tenaga kerja di banyak belahan dunia menua, tenaga kerja muda Indonesia adalah sumber energi dan peluang yang besar. Ketika kita bicara tentang masa depan kerja, AI, keterampilan, produktivitas, atau transformasi ekonomi, yang sebenarnya kita bicarakan adalah apakah generasi ini dapat melihat jalan menuju masa depan yang nyata dan meyakinkan bagi mereka.
Bagi banyak pekerja muda, pertanyaannya praktis:
-
Apakah saya bisa menemukan tempat untuk diri saya dan keluarga saya di masa depan?
-
Apakah saya akan ikut menikmati manfaat pertumbuhan dan ekspansi ekonomi?
-
Apakah ada tempat bagi saya dalam masa depan yang sedang dibangun?
Sudut pandang Great Place To Work
Di Great Place To Work®, kami mengumpulkan dan mempelajari data tentang pengalaman kerja jutaan karyawan di seluruh dunia. Termasuk karyawan di Best Workplaces, di organisasi pada umumnya, serta mereka yang memiliki pengalaman kerja yang kurang baik. Jawaban mereka membantu kami melihat apa yang dialami orang-orang di tempat kerja, dan bagaimana itu membentuk kemauan mereka untuk berkontribusi, berinovasi, dan memberi lebih dari yang sekadar dituntut pekerjaan.
Data Tempat Kerja Indonesia yang Umum
Data dari tempat kerja Indonesia yang umum menunjukkan bahwa orang sudah membawa fondasi yang kuat ke pekerjaan. Bahkan di tempat kerja Indonesia yang umum, 89% karyawan mengatakan mereka merasa aman secara fisik di tempat kerja, 87% mengatakan mereka bangga dengan apa yang mereka capai, dan 85% mengatakan mereka merasa merasa diterima ketika pertama kali bergabung. Pekerja Indonesia juga mencetak skor tinggi pada banyak pengalaman manusia ini dibandingkan dengan patokan regional yang lebih luas.
-
89%
merasa aman secara fisik di tempat kerja
-
87%
bangga dengan apa yang mereka capai
-
85%
merasa diterima ketika pertama kali bergabung
Ini bukan gambaran tenaga kerja yang sudah menyerah. Orang-orang hadir dengan kebanggaan pada pekerjaan mereka dan kemauan untuk berkontribusi. Mereka sudah membawa sesuatu ke tempat kerja. Pertanyaannya adalah apakah pemimpin dan organisasi menyambut mereka di sana.
Ketika kami mempelajari Indonesia’s Best Workplaces 2026, kami melihat perbedaan yang signifikan. Perbedaan paling jelas ada pada bagaimana karyawan mengalami dan memaknai kepemimpinan.
Di tempat kerja Indonesia yang umum, 44% karyawan mengatakan kesalahan yang tidak disengaja atau kekhilafan dianggap sebagai bagian dari berbisnis; di Best Workplaces, angka itu naik menjadi 78%. Proporsi yang merasa bisa mengandalkan rekan untuk bekerja sama naik dari 50% menjadi 80%, sementara proporsi karyawan yang memiliki kepercayaan besar pada tim eksekutif meningkat dari sekitar sepertiga menjadi sekitar dua pertiga. Secara keseluruhan, Trust Index™ naik dari 71% di tempat kerja pada umumnya menjadi 89% di Best Workplaces.
Kesenjangan antara perusahaan Indonesia pada umumnya dan Best Workplaces 2026
merasa kesalahan yang tidak disengaja dianggap sebagai bagian dari berbisnis
merasa bisa mengandalkan rekan untuk bekerja sama
memiliki kepercayaan besar pada tim eksekutif
Trust Index keseluruhan
Kepercayaan bukanlah apa yang dijanjikan pemimpin. Kepercayaan adalah apa yang dialami dan dirasakan karyawan.
Karyawan menilai kepercayaan dengan cara yang praktis.
-
Apakah pemimpin menindaklanjuti apa yang mereka katakan akan mereka lakukan?
-
Apakah keputusan dijelaskan dan diterapkan secara adil?
-
Apakah isu-isu sulit bisa dibahas secara terbuka?
-
Apakah pemimpin transparan tentang apa yang mereka ketahui, apa yang tidak mereka ketahui, dan bagaimana keputusan dibuat?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting ketika kondisi ekonomi tidak pasti dan masa depan kerja berubah. AI menciptakan peluang sambil sekaligus mengubah peran, jalur karier, dan keterampilan yang dibutuhkan organisasi. Bagi banyak karyawan, terutama pekerja muda, pertanyaannya bukan apakah perubahan sedang terjadi, tetapi apakah mereka bisa melihat tempat bagi diri mereka dalam masa depan yang sedang diciptakan.
Pemimpin tidak bisa menghilangkan ketidakpastian itu, tapi mereka bisa menjelaskan tentang keputusan yang mereka ambil, berinvestasi pada orang seiring perubahan dunia kerja, dan memberi karyawan pandangan jujur tentang apa arti perubahan itu bagi mereka.
Harapan adalah pilihan kepemimpinan
Organisasi yang diakui sebagai Best Workplaces di Indonesia 2026 bukan berarti telah menyelesaikan setiap persoalan atau memiliki pemimpin yang sempurna. Mereka masih menghadapi ketidakpastian dan banyak tekanan eksternal yang sama seperti organisasi lainnya.
Namun, mereka telah membuat sebuah pilihan. Mereka memilih jenis tempat kerja yang ingin mereka bangun, berinvestasi pada kepercayaan, dan memberi karyawan alasan yang nyata untuk percaya bahwa kontribusi mereka punya masa depan.
Best Workplaces menunjukkan bahwa harapan tidak bergantung pada kondisi yang sempurna. Harapan tumbuh ketika orang mempercayai pemimpin yang membuat keputusan, percaya bahwa mereka akan diperlakukan secara adil, dan bisa melihat bagaimana kontribusi mereka cocok dengan apa yang sedang dibangun organisasi.
Sebuah tempat kerja tidak bisa menjamin masa depan.
Tapi tempat kerja bisa memberi orang keyakinan bahwa mereka akan diberi tahu dengan jujur, diperlakukan secara adil, dan diberi bagian yang bermakna dalam membentuk apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sumber: BPS-Statistics Indonesia, rilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026. Databoks, jumlah angkatan kerja Indonesia usia di bawah 30 tahun.
