Blog

Apa yang membedakan kepemimpinan di Best Workplaces™?

    Alice Williams

    Author

    CATEGORIES

    Poin penting

    • 92% karyawan di Best Workplaces Indonesia mengatakan orang-orang di tempat kerja mereka bersedia memberikan usaha ekstra, dibandingkan 75% di perusahaan pada umumnya.
    • 89,1% karyawan di Best Workplaces mengatakan mereka secara umum percaya pada tempat kerja mereka, dibandingkan 71,4% di tempat lain.
    • 85,2% mengatakan manajemen menepati janjinya, dibandingkan 56,6% di perusahaan pada umumnya.

    Di seluruh daftar Best Workplaces in Indonesia 2026, para pemimpin yang kami ajak bicara kerap menyampaikan praktik terbaik yang sama: beri karyawan saluran untuk menyampaikan sesuatu, lalu tindak lanjuti apa yang kembali.

    Daftar 2026 ini disusun dari hasil survei rahasia yang mewakili pandangan 179.248 pekerja di seluruh Indonesia. Perusahaan-perusahaan di dalamnya mengangkut barang, menjual laptop, melindungi keluarga lewat asuransi, dan mengisi rak-rak supermarket.

    Kesamaan para pemimpinnya adalah satu keyakinan kerja: manajemen yang kredibel memberi ruang bagi orang untuk bersuara, belajar lebih cepat, dan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.

    Mengapa kepercayaan penting?

    Karena akses.

    Di Alcon Batam, pabrik yang memproduksi produk perawatan mata untuk dikirim ke berbagai negara, Vice President Nokaraju Ramuloo menyebut salurannya satu per satu: sesi one-on-one, skip-level meeting, Bipartite Meeting, Associate Experience Dashboard, dan survei Great Place To Work.

    “Dengan memastikan setiap suara dapat didengar, kami menciptakan tempat kerja di mana para associate merasa dihargai, diberdayakan, dan bertanggung jawab untuk mendorong perubahan positif.”

    Nokaraju Ramuloo · Vice President, Alcon Batam

    Logikanya sangat masuk akal untuk lingkungan pabrik. Masalah yang diangkat lebih awal lebih murah ditangani daripada masalah yang terlambat diketahui.

    Ayu Kristiana, Country Manager Discova, bagian dari Flight Centre Travel Group, sampai pada kesimpulan yang sama dari industri perjalanan. Timnya menjalankan komite lintas fungsi yang terbuka bagi setiap karyawan, di tingkat apa pun. Komite tersebut membantu membentuk acara perusahaan, program keterlibatan karyawan, dan aturan bersama yang dijalankan semua orang.

    “Kepemimpinan bukan soal memiliki semua jawaban atau duduk di kantor pojok. Kepemimpinan adalah soal mendengarkan, tetap membumi, dan membuka jalan agar tim kami dapat berkembang.”

    Ayu Kristiana · Country Manager, Discova

    Nina Hatumena, Chief People & Culture Officer Allianz Indonesia, menerapkan naluri serupa di sejumlah entitas hukum yang disatukan oleh satu budaya bersama, yang oleh perusahaan asuransi itu disebut One Team, One Allianz. DHL menempatkan tiga unit bisnis dalam daftar tahun ini, dipimpin oleh Ahmad Mohamad di Express, Nicholas Bongsosartono di Global Forwarding, dan Mauricio Almeida di Supply Chain.

    Apakah AI relevan dengan budaya?

    Para pemimpin ini merasa AI relevan, dan mereka membahasnya sebagai persoalan keterampilan.

    • DANA Indonesia membekali karyawan lintas fungsi dengan kapabilitas AI

      Putu Wisudantari Parthami, Interim Chief People Officer di salah satu dompet digital terbesar di Indonesia, menyebut pendekatannya sebagai Heartware.

    • TP Indonesia memakai Persona AI untuk mengambil alih pekerjaan berulang

      Copilot keterlibatan karyawan ini membuat agen dapat memusatkan perhatian pada percakapan yang benar-benar membutuhkan sentuhan manusia.

    “Kami secara aktif membekali karyawan lintas fungsi dengan kapabilitas AI dan mendorong mereka untuk berkembang dari pengguna AI menjadi pencipta AI.”

    Putu Wisudantari Parthami · Interim Chief People Officer, DANA Indonesia

    Sri Adhityo, VP People Operations di TP Indonesia, mengaitkan Persona AI dengan beban kerja yang lebih ringan bagi staf serta jawaban yang lebih cepat dan akurat bagi pelanggan di sektor kesehatan, fintech, dan ritel.

    Banyak tulisan tentang AI di dunia kerja menggambarkan karyawan sebagai orang yang terpukau atau justru cemas. Kedua pemimpin ini berbicara tentang pertimbangan, pelatihan, dan dukungan. Jauh lebih berguna.

    Saat budaya keluar kantor

    Budaya terlihat dari apa yang dilakukan karyawan di luar deskripsi pekerjaan mereka.

    Taufiqurrahman Basthami, President Director URC Indonesia, menyampaikannya dengan paling gamblang. Karyawan yang akan meninggalkan perusahaan mengikuti Pensiunpreneur, pelatihan terstruktur tentang dasar-dasar bisnis, literasi keuangan, dan perencanaan kewirausahaan.

    “Kami tidak memensiunkan orang kami. Kami meluncurkan mereka kembali.”

    Taufiqurrahman Basthami · President Director, URC Indonesia

    Enam perusahaan dalam daftar ini menjelaskan program yang membawa karyawan ke tengah masyarakat sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

    Perusahaan Program Yang dilakukan karyawan
    URC Indonesia Pensiunpreneur Karyawan yang akan meninggalkan perusahaan mengikuti pelatihan terstruktur tentang dasar-dasar bisnis, literasi keuangan, dan perencanaan kewirausahaan.
    Hilton Hilton Educare Anggota tim memberi siswa keterampilan, pendampingan, dan pengalaman langsung di industri, bersama program kelas industri di beberapa hotel.
    PT Acer Indonesia #SayangBumi Karyawan menjadi relawan dan duta untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab.
    Syngenta Indonesia Petani MAJU Karyawan bekerja bersama petani di lapangan melalui model kemitraan yang dibangun perusahaan.
    Sun Life Financial Indonesia BESTIE, singkatan dari Being Someone to Inspire Everyone High-Performance Caring Culture mendorong lebih banyak karyawan terlibat dalam kegiatan sukarela dan aksi berbagi bersama.
    Luminary Aplikasi kesejahteraan bersama Beyond Blue Perusahaan yang masuk daftar kategori Small ini membangun aplikasi bersama organisasi kesehatan mental Australia tersebut untuk timnya dan masyarakat.

    Hilton menjalankan gagasan serupa melalui industri perhotelan. SVP Alex Murray mengatakan, “Kami telah menanamkan ‘hospitality beyond the hotel’ ke dalam pengalaman sehari-hari anggota tim,” sambil menghubungkan kesejahteraan dan pertumbuhan anggota tim dengan aksi bagi masyarakat.

    Di Syngenta Indonesia, President Director Eryanto menggambarkan efeknya pada struktur organisasi: “Batas-batas menghilang ketika karyawan melangkah melampaui peran mereka untuk membangun kepercayaan, empati, dan rasa memiliki bersama atas keberhasilan.”

    Head of Talent Management Sun Life Financial Indonesia, Inga Nuh, melihat dorongan yang sama lewat gerakan BESTIE. Di PT Acer Indonesia, President Director Leny Ng menunjuk program #SayangBumi sebagai jalur yang sama melalui edukasi lingkungan.

    CEO Luminary Marty Drill merangkum ujian yang harus dilewati setiap program semacam ini: “Aplikasi ini mendukung tim kami dan masyarakat.”

    Pelajaran untuk people manager dan CHRO

    Inovasi mengikuti adanya izin dan ruang untuk bertindak. Laporan 2026 Special Insights Report kami untuk Indonesia menemukan bahwa 55% karyawan di Best Workplaces mengatakan mereka memiliki kesempatan yang berarti untuk berinovasi, dibandingkan 35% di perusahaan Indonesia pada umumnya.

    Karyawan yang memiliki kesempatan berarti untuk berinovasi

    Best Workplaces in Indonesia

    55%

    Perusahaan Indonesia pada umumnya

    35%

    Selisihnya 20 poin persentase. Kedua batang diskalakan terhadap 100% karyawan yang disurvei.

    Setiap pemimpin yang dikutip di sini telah membangun jalur dari ide karyawan menuju tindakan nyata: saluran masukan, komite, program pelatihan, atau kegiatan di masyarakat.

    Ada pelajaran lain untuk employer branding. Pemimpin yang dihormati akan lebih meyakinkan ketika menjelaskan satu hal spesifik yang mereka lakukan, dengan detail yang cukup untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar terlibat langsung.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apa itu Best Workplaces in Indonesia 2026?

    Daftar Best Workplaces in Indonesia 2026 mengakui organisasi tempat karyawan secara konsisten melaporkan tingkat kepercayaan, keadilan, dan kualitas kepemimpinan yang kuat. Daftar ini didasarkan pada umpan balik rahasia dari karyawan yang dikumpulkan melalui metodologi Great Place To Work. Pada 2026, data tersebut mencerminkan pandangan 179.248 pekerja di seluruh Indonesia.

    Bagaimana Best Workplaces in Indonesia dipilih?

    Best Workplaces in Indonesia dipilih terutama berdasarkan data survei karyawan. Karyawan menilai kepercayaan, keadilan, kepemimpinan, kebanggaan, kebersamaan, rasa hormat, serta berbagai aspek lain dari budaya kerja melalui Trust Index Survey.

    Penempatan dalam daftar bergantung pada bagaimana karyawan mengalami tempat kerja mereka. Ini memberi pemimpin HR dan employer branding sinyal yang lebih kuat daripada klaim perusahaan tentang dirinya sendiri.

    Mengapa kepercayaan penting di Best Workplaces in Indonesia?

    Kepercayaan penting karena memengaruhi cara karyawan bertindak di tempat kerja. Di Best Workplaces Indonesia, 92% karyawan mengatakan orang-orang bersedia memberikan usaha ekstra, sementara 85,2% mengatakan manajemen menepati janjinya.

    Kepercayaan yang tinggi mendukung komitmen, komunikasi yang lebih baik, dan retensi yang lebih kuat, terutama di pasar tenaga kerja ketika pekerja muda semakin memperhatikan keadilan dan kredibilitas.

    Bagaimana Best Workplaces in Indonesia mendukung masyarakat?

    Best Workplaces in Indonesia mendukung masyarakat dengan menghubungkan pertumbuhan karyawan dengan dampak sosial. Hilton menghubungkan pengembangan anggota tim dengan jalur pendidikan perhotelan. URC Indonesia membekali karyawan yang akan meninggalkan perusahaan dengan keterampilan bisnis dan keuangan melalui Pensiunpreneur. Acer Indonesia melibatkan karyawan dalam edukasi lingkungan melalui #SayangBumi.

    Dalam setiap kasus, budaya kerja memperbaiki hasil di dalam organisasi dan di luar organisasi.

    Apakah Sertifikasi Great Place To Work membantu employer branding?

    Ya, tetapi nilainya bergantung pada apakah pengalaman tersebut benar-benar dirasakan oleh karyawan. Sertifikasi dan pengakuan dalam daftar dapat memperkuat reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja, kebanggaan karyawan, dan daya tarik talenta ketika hal tersebut mencerminkan pengalaman yang benar-benar dilaporkan karyawan.

    Employer brand yang kuat dibangun melalui kepemimpinan yang dipercaya, keadilan, dan tindak lanjut yang konsisten. Karena itulah survei rahasia dari karyawan menjadi pusat metodologi Best Workplaces in Indonesia.